[_] Galeri Seni (Click image for more information)

                                                                                                                                                                                                                              
Home » , , , , » Tari Perang (Caci) dan Alat Musik Tradisional dari Nusa Tenggara Timur

Tari Perang (Caci) dan Alat Musik Tradisional dari Nusa Tenggara Timur

Written By Tebe Sun on November 2, 2016 | November 02, 2016

Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tenggara Indonesia. Provinsi ini juga tak kalah dengan tarian tradisional daerahnya, diantaranya yaitu Tari Perang (Caci) beserta alat musik pengiring tarian nya yaitu Sasando.

Tarian Daerah

Tari Perang (Caci)

Caci menurut berbagai sumber, termasuk tokoh adat Manggarai, bisa dibahasakan sebagai permainan atau tarian perang yang dilakonkan dua pria jawara dari dua kelompok yakni Ata One (warga kampung) dan Ata Pe’ang (pendatang) atau Landang (penantang).

Mereka mengenakan pakaian perang berupa celana warna putih bersalut kain adat Songke warna hitam, ukuran selutut yang diikat erat agar tidak lepas saat tanding. Sementara, di bagian dada dibiarkan telanjang.

Kepala jawara ini bertutup Panggal, semacam tanduk kerbau terbuat dari kulit kerbau yang keras dan dilapisi serta dihiasi kain warna-warni. Panggal dipasang di kepala sampai menutup sebagian muka dan dilapisi dengan Sapu (destar) atau handuk.

Saat dua orang sedang bermain, anggota kelompok lain akan memberikan dukungan dengan tari-tarian sambil menunggu giliran untuk bertanding. Lokasi pertandingan biasanya adalah di Natas Gendang atau halaman rumah adat, dan biasa dimainkan pada upacara-upacara adat besar seperti Penti. Caci, sering disebut sebagai olahraga ketangkasan yang jantan, terutama karena aturan bermainnya, di mana ketika yang lain memukul atau paki, maka pihak lain harus menangkisnya (ta’ang) dan juga akan mendapat kesempatan memukul.


Tari Perang (Caci) - NTT

[Baca Juga: Beberapa Jenis Tarian dari Bali Plus Video Tarian]

Alat Musik Tradisional

Sasando 

Orang-orang Rote menyebutnya (Sasandu), artinya alat yang bergetar atau berbunyi. Atau dalam bahasa Kupang sering menyebutnya sasando, alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara memetik dengan jari-jemari tangan. Sasando adalah sebuah alat instrumen musik yang dipetik. Konon sasando telah digunakan di kalangan masyarakat Rote sejak abad ke-7.

Bahan utama sasando adalah bambu yang membentuk tabung panjang. Lalu pada bagian tengah, melingkar dari atas ke bawah diberi penyangga atau ganjalan-ganjalan-dalam bahasa rote disebut senda-tempat senar-senar atau dawai direntangkan mengelilingi tabung bambu, bertumpu dari atas kebawah.

Senda ini memberikan nada yang berbeda-beda kepada setiap petikan senar. Pada mulanya alat penyetem dawai terbuat dari kayu, yang harus diputar kemudian diketok untuk mengatur nada yang pas. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari anyaman daun lontar yang disebut haik. Haik inilah yang berfungsi sebagai resonansi sasando.

Perkembangan sasando terhitung pesat, berawal dari sasando berdawai 7 (pentatonik) dengan sebutan sasando gong, karena biasanya dimainkan dengan irama gong, kemudian sasando gong berkembang menjadi alat musik petik pentatonik dengan 11 (sebelas) dawai. Sasando gong sangat populer di kepulauan Rote.


Alat Musik Sasando


Demikian saya sampaikan sedikit ulasan tentang Tari Perang (Caci) dan Alat Musik Tradisional dari Nusa Tenggara Timur. Masih banyak lagi yang belum saya sebutkan baik tarian maupun alat musiknya. Semoga bermanfaat. (tebesunarya.com).*

0 comments:

loading...